Minggu, 17 November 2013

Kanker Serviks Atau Kanker Mulut Rahim

Nama                    : FITRIA SUMAWARDANI
NPM/Kelas          : 12111935/3KA26
TUGAS BAHASA INDONESIA 3
Kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah pertumbuhan sel - sel mulut rahim / serviks yang abnormal dimana sel - sel ini mengalami perubahan ke arah displasia atau mengarah keganasan. Perubahan sel - sel  pada mulut rahim ( serviks ) terjadi selama bertahun - tahun sebelum menjadi sel kanker. Kanker serviks cenderung tidak terdeteksi pada stadium awal. Pada tahap prakanker  atau displasia sampai stadium I, praktis tidak ada keluhan yang dirasakan. Baru menginjak stadium IA - 3B terdapat keluhan. Salah satu tanda yang signifikan adalah keluarnya darah sewaktu berhubungan seks, sedangkan pada stadium 4B, sel kanker mungkin sudah menjalar ke otak dan paru - paru.
Berikut ini adalah gejala kanker serviks (kanker  mulut rahim ) yang biasanya terjadi :
1.      Keputihan yang tidak gatal, berwarna coklat, merah dan berbau busuk.
2.      Perdarahan yang abnormal, yaitu perdarahan di antara dua siklus menstruasi, perdarahan pasca menopause, perdarahan spontan per vaginam, perdarahan per vaginam saat buang air besar dan juga nyeri ketika bersenggama.
3.      Dalam stadium lebih lanjut, biasanya terjadi penurunan  nafsu makan, penurunan berat badan, anemia, nyeri panggul dan lain sebagainya.

Apa Yang Menjadi Penyebab Kanker serviks

Penyebab kanker mulut rahim adalah Human Papilloma Virus. virus ini muncul antara lain akibat perilaku sering berganti - ganti pasangan seks, sehingga menimbulkan penyakit kelamin. Selama ini kanker mulut rahim belum ada obat penawarnya, namun menurut penelitian Georgetown University Medical Center an North Carolina University Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa tumbuhan tembakau dapat menjadi obat penawar alternatif. Berdasarkan penelitian, tumbuhan tembakau mampu menjadi wadah perkembangan genetik virus HPV tersebut untuk memproduksi sel kuman yang nantinya dapat menjadi antibodi bagi virus pencetus kanker mulut rahim. Setelah diteliti, ternyata secara genetik tumbuhan tembakau mengandung sumber protein yang dapat menstimulasi antibodi terhadap HPV yang menjadi penyebab terjadinya kanker mulut rahim. Penyebab kanker serviks, Penyakit kanker yang satu ini telah menjadi momok yang menakutkan bagi kaum wanita, selain belum ada obatnya, kanker serviks atau kanker mulut rahim bisa mengakibatkan kematian. Kanker serviks paling sering ditemukan dan menjadi penyebab utama kematian wanita penderita kanker di negara - negara berkembang termasuk Indonesia. Tahukah anda, gejala kanker serviks sebenarnya dirasakan sudah jauh - jauh hari, namun kebanyakan menganggap tanda - tanda tersebut hanya keluhan kecil yang dapat hilang dengan sendirinya. Apapun jenis penyakitnya, gejala awal yang tidak segera diobati maka berpotensi menjadi penyakit yang serius.  Penyebab kanker serviks bisa juga diketahui dengan adanya infeksi dari sperma yang mengandung komplemen histone yang dapat bereaksi dengan DNA sel serviks, sehingga menjadi kanker. Cairan sperma pria yang bersifat alkalis juga dapat menimbulkan perubahan pada sel - sel ephitel serviks ( neo plasma dan displasma ) dan mengakibatkan kanker serviks atau kanker mulut rahim. Menyadari begitu mengerikannya penyakit kanker serviks ini, kayaknya lebih aman dan mengurangi risiko jika dapat meninggalkan perilaku yang menjadi penyebab kanker serviks. Seperti halnya dengan penyakit lainnya, kanker serviks juga dapat dicegah,ketahui bagaimana melakukan pencegahan kanker serviks

Langkah - Langkah Pencegahan Kanker Serviks

Pencegahan kanker serviks atau kanker mulut rahim ini sudah selayaknya dilakukan mengingat angka kematian akibat penyakit kanker  ini juga tinggi. Pencegahan kanker serviks akan sangat efektif apabila diikuti dengan pemeriksaan medis sehingga diketahui kondisi yang sebenarnya. Berikut ini adalah langkah - langkah yang sebaiknya dilakukan dalam pencegahan kanker serviks atau kanker mulut rahim :
1.      Lakukan pendeteksian dini dengan pemeriksaan pap smear. Dengan pemeriksaan ini akan dapat diketahui pertumbuhan sel - sel yang akan menjadi kanker, semakin cepat dilakukan pap smear maka semakin rendahlah resiko seseorang untuk terkena kanker serviks atau kanker mulut rahim.
2.      Segera hubungi dokter apabila ada gejala - gejala yang tidak normal, seperti perdarahan setelah melakukan hubungan seks.
3.      Hindari merokok, karena kandungan nikotin yang terkandung dalam aliran darah akan merangsang pertumbuhan kanker serviks atau kanker mulut rahim.
4.      Hindarkan kebiasaan mencuci vagina dengan antiseptik atau deodorant karena akan mengakibatkan iritasi pada serviks dan menimbulkan kanker. Gunakan selalu cara perawatan yang aman untuk vagina anda.
5.      Hindari penggunaan bedak atau talk pada vagina wanita saat usia subur karena akan mengakibatkan kanker ovarium.
6.      Hindari penggunaan estrogen pada wanita yang terlambat menopause. Pada negara - negara maju, estrogen digunakan sebagai terapi untuk mengurangi resiko penyakit jantung.
7.      Hindari melakukan hubungan seks di usia muda ( di bawah usia 20 tahun ).
8.      Hindari pemberian hormon diethistilbesterol ( DES ) kepada wanita hamil, karena akan mengakibatkan kanker serviks pada keturunannya.
9.      Hindari ganti - ganti pasangan hubungan seksual. Wanita yang  suaminya punya hobi " jajan di luar " juga beresiko terkena kanker serviks.
Menurut pendapat saya, kalimat pada artikel yang berjudul “Kanker Serviks Atau  Kanker Mulut Rahim” diatas tidak termasuk kedalam kalimata efektif , karena masih terdapat kaliamat-kalimat yang kurang cermat dalam pemilihan dan penggunaan kata , sehingga menimbulkan tafsiran ganda .
Contoh :
Ø  Menyadari begitu mengerikannya penyakit kanker serviks ini, kayaknya lebih aman dan mengurangi risiko jika dapat meninggalkan perilaku yang menjadi penyebab kanker serviks. (kalimat tidak efektif)

Mengingat bahayanya dari penyakit kanker serviks sebaiknya kita meninggalkan  perilaku yang menjadi penyebabnya. (kalimat efektif)

Ø  Pencegahan kanker serviks atau kanker mulut rahim ini sudah selayaknya dilakukan mengingat angka kematian akibat penyakit kanker ini juga tinggi. (kalimat tidak efektif)

Pencegahan kanker mulut rahim sudah seharusnya dilakukan karena tingginya tingkat kematian . (kalimat efektif)

Ø  Seperti halnya dengan penyakit lainnya, kanker serviks juga dapat dicegah, ketahui bagaimana melakukan pencegahan kanker serviks. (kalimat tidak efektif)

Kanker serviks sama seperti penyakit lainnya, untuk mencegah harus mengetahui cara pencegahannya. (kalimat efektif)

Ø  Lakukan pendeteksian dini dengan pemeriksaan pap smear.(kalimat tidak efektif)
Melakukan pemeriksaan prakanker dengan pap smear . (kalimat efektif)

Artikel diatas juga tidak termasuk kedalam salah satu ciri-ciri kalimat efektif yaitu, Kehematan. Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
Contoh :
Ø  Penyebab kanker serviks, Penyakit kanker yang satu ini telah menjadi momok yang menakutkan bagi kaum wanita, selain belum ada obatnya, kanker serviks atau kanker mulut rahim bisa mengakibatkan kematian.  (kalimat tidak efektif)

Penyebab kanker serviks yang  menakutkan bagi wanita belum ada obatnya dan dapat mengakibatkan kematian . (kalimat efektif)

Ø  Kanker serviks paling sering ditemukan dan menjadi penyebab utama kematian wanita penderita kanker di negara - negara berkembang termasuk Indonesia. (kalimat tidak efektif)

Kanker serviks yang  menjadi penyebab utama kematian pada wanita sering ditemukan di Indonesia. (kalimat efektif)

Ø  Penyebab kanker serviks bisa juga diketahui dengan adanya infeksi dari sperma yang mengandung komplemen histone yang dapat bereaksi dengan DNA sel serviks, sehingga menjadi kanker. (kaliamat tida efektif)

Kanker disebabkan karena infeksi  pada sperma yang mengandung komplemen histone dapat bereaksi dengan DNA sel serviks. (kalimat efektif)
Pada artikel tersebut masih ditemukan kalimat yang tidak logis, yaitu ide kalimat itu kurang dapat dipahami dengan mudah dan penulisannya tidak sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Contoh:
Ø  Hindari ganti - ganti pasangan hubungan seksual. (kalimat tidak efektif)
            Hindari mengganti-ganti pasangan untuk berhubungan seksual. (kalimat efektif)
Ø  Wanita yang  suaminya punya hobi " jajan di luar " juga beresiko terkena kanker serviks. (kalimat tidak efektif)

Wanita yang suaminya berganti-ganti pasangan dapat beresiko terkena kanker serviks. (kalimat efektif)




REFERENSI